Neufrotic Syndrome
Jika pembaca sekalian gogling tentang Neufrotic Syndrome (NS), maka pembaca sekalian akan menemukan kunci "Ginjal Bocor". Yups.. itu tidak salah. Sedikit definisi yang aku pahami dari apa yang perah aku alami. NS sendiri merupakan gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein yang dibuang melalui urine. Pada kondisi normal harusnya urin tidak mengandung protein. Berkurangnya kadar protein dalam darah akan memperlambat aliran air dari jaringan tubuh untuk masuk ke pembuluh darah. Akibatnya, air akan menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan pembengkakan. Meskipun jarang terjadi karena hanya sedikit orang yang mengalaminya, NS dapat dialami oleh siapa saja. NS umumnya terdeteksi pertama kali pada anak-anak, terutama yang berusia antara 2 sampai 5 tahun. Namun ada juga orang dewasa yang mengalaminya.
Penyebab utama penyakit ini adalah kerusakan pada Glomeruli. Glomeruli atau sekelompok pembuluh darah pada ginjal bertugas menyaring darah dan memisahkan zat yang dibutuhkan tubuh dari zat-zat yang seharusnya dibuang dari tubuh. Namun jika terjadi kerusakan atau biasa disebut kebocoran maka protein-protein yang seharusnya tersaring menjadi ikut keluar bersama urine. Dokter yang pernah memeriksa saya bilang hampir sebagian besar penderita NS di sebabkan oleh kerusakan pada Glomeruli. Kerusakan ini sendiri bisa disebabkan oleh nefropati diabetes atau komplikasi ginjal akibat diabetes, lupus, anemia, HIV, hepatitis, beberapa jenis kanker (leukimia, myeloma dan limfoma) atau efek samping obat-obatan tertentu seperti obat antiinflamasi non steroud atau obat pereda infeksi lainnya.
Gejala dan perubahan fisik yang dapat dilihat pada penderita NS diantaranya :
(ini yang terjadi pada saya)
- Kenaikan berat badan yang pesat. Ini karena terjadi penumpukan cairan (Edema) dan menyebabkan pembengkakan terutama di sekitar mata, perut, pergelangan kaki dan kaki.
- Urin keruh dan berbusa
- Rentan terkena infeksi (Mudah sekali terkena flu dan tipus, atau sakit apapun yang mudah menular)
- Tekanan darah tidak terkontrol
- Pembekuan darah meningkat karena protein penting yang berfungsi untuk mencegah gumpalan darah juga akan ikut terbuang melalui urine
- Penyusutan otot dan perubahan warna kulit (sering muncul bintik merah di beberapa bagian tubuh belum akhirnya badan ku kembali membengkak)
- Serta mudah lelah, nafsu makan menuruh, muntah dan diare
Jika pembaca mengalami hal-hal seperti saya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter penyakit dalam. Untuk memastikan diagnosa dan penyembuhan secara dini. Karena penyesalan hanya datang di akhir waktu.
Salam Hangat
Casti Hasan Sanapi
Casti Hasan Sanapi
Komentar
Posting Komentar